IMUNISASI JE DESA KEROBOKAN. BR DINAS KLONCING

Administrator 16 April 2018 09:55:34 WITA

Desa Kerobokan Melakukan Imunisasi

ndonesia adalah satu dari banyak negara Asia yang menjadi daerah endemik infeksi Japanese encephalitis. Manusia bisa terjangkit japanese encephalitis bila tergigit oleh nyamuk Culex tritaeniorhynchus yang terinfeksi virus tersebut. Japanese encephalitis bisa sebabkan kelumpuhan hingga kematian jika terlambat diobati. Sayangnya, sampai saat ini belum ada obat penyembuh untuk penyakit japanese encephalitis. Langkah penanggulangan yang terjamin bisa mencegah penyebaran infeksi adalah lewat vaksin japanese encephalitis.

 

Hampir 70 persen kasus infeksi japanese encephalitis pada tahun 2016 lalu terjadi di Bali. Nyamuk Culex tritaeniorhynchus banyak terdapat di persawahan, area irigasi, dan peternakan babi. Risiko penyebaran japanese encephalitis pada manusia biasanya meningkat pada musim penghujan dan di malam hari.

Sebagian besar kasus japanese encephalitis tidak menunjukkan gejala berarti. Pada beberapa orang, gejala dapat muncul 5-15 hari setelah digigit nyamuk yang terinfeksi virus. Gejala awal yang muncul dapat  berupa demam, menggigil, sakit kepala, lemah, mual, dan muntah.

Jarang penderita infeksi japanese encephalitis hingga menunjukkan gejala parah. Meski begitu, gejala infeksi yang parah dapat ditandai dengan peradangan otak (encephalitis), yang disertai dengan demam tinggi mendadak, sakit kepala, tengkuk kaku, disorientasi (linglung; kebingungan), koma, kejang, hingga kelumpuhan. Komplikasi terberat adalah kematian, yang terjadi pada 20-30% kasus encephalitis

Cara kerja vaksin japanese encephalitis

Sama seperti vaksin untuk penyakit menular lainnya, vaksin japanese encephalitis berfungsi melindungi Anda dari penyakit sebelum benar-benar terinfeksi. Vaksin ini terbuat dari virus japanese encephalitis yang dimatikan, bertujuan untuk memicu respon sistem imun tubuh dengan membentuk antibodi. Antibodi tersebutlah yang akan melawan virus sebelum menyebar dan menyebabkan penyakit.

Vaksin ini perlu diberikan 2 kali, dengan jarak antar pemberian vaksin per 28 hari. Vaksin booster bisa diberikan pada orang dewasa (> 17 tahun) minimal setahun setelah 2 dosis vaksin tersebut.

Efek samping yang mungkin timbul setelah melakukan vaksin japanese encephalitis

Sama seperti jenis obat-obatan lain, vaksin ini memiliki efek samping yang mungkin saja terjadi, seperti:

  • Terasa sakit, kulit memerah, dan bengkak pada area yang disuntikkan vaksin
  • Demam, biasanya hal ini banyak dialami anak-anak. Namun, pada kebanyakan kasus, hal ini bukan hal yang berbahaya.
  • Kepala pusing dan sakit pada otot, biasanya hal ini terjadi pada orang dewasa.

Bila si kecil mengalami efek samping yang berlebihan, maka segera periksakan ke dokter untuk diketahui lebih lanjut.

Pastikan juga Anda dan anggota keluarga Anda tidak memiliki alergi terhadap vaksin japanese encephalitis sebelum mendapatkannya.

Komentar atas IMUNISASI JE DESA KEROBOKAN. BR DINAS KLONCING

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Media Sosial

FacebookTwitterYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung

Jam Digital

Koding jam digital

Komentar Terkini

Kalender Bali

Lokasi KEROBOKAN

tampilkan dalam peta lebih besar